Senin, 22 Desember 2014


Genre : Nonfiksi Motivasi Islami
Penulis : Aby A. Izzuddin
Editor & Layout : Nihayatul Ilmiyah
Design Cover : Nihayatul Ilmiyah
Penerbit : Oksana 
ISBN : 978-602-1199-52-7
Tebal : 245 Hlm
Harga : Rp.45.000,-
CP Order : 083831498380 (Infokan judul, jumlah, alamat)
Sinopsis
Buku ini adalah catatan hati penulis yang sedang mengintip mesranya kebahagiaan, mengalun dari bait-bait renungan agar jumpa sejuknya senyuman.
Amat nestapa saat jiwa terluntang lantung di gurun kegalauan, dari mulai kisah cinta, kisah persahabatan, kisah keluarga, atau kisah kehidupan lainnya yang kadang menitipkan luka.
Maka di sini, di selembar gores pena ini ada syair, nasihat, hikmah, ayat, dan petuah yang dirangkum dalam satu kata, cinta.
Yah, cinta adalah guyur hujan saat hati kering kerontang akan tawa, cinta adalah selimut hangat saat jiwa menggigil tertusuk angin-angin lara, cinta adalah cahaya terang yang meyinari kegelapan hidup yang tertutup gelap duka, dan cinta adalah perahu yang terdayung dalam iman agar hidup sampai kepelabuhan firdaus.
Madarasah Cinta Pelipur Lara
Tertulis untukmu Akhi
Kau yang tersengat lebah kesedihan
Kau yang terjerat pilu kehampaan
Dan kau yang terguyur derai rintik tangisan
Ini tulisandariku, Untukmu Akhi
(Aku sedangberbicaradengan diriku sendiri)
Madrasah CintaPelipur Lara, buku ke-2 setelah Madrasah Cinta Untuk Wanita karya Aby A. Izzuddin ingin mengenalkan bagaimana cinta dapat menjadi penawar segala luka.
Selamat membaca, moga usai sudah segala lara, dengan ciuman hangat kebahagiaan.
Selasa, 16 Desember 2014
Genre : Nonfiksi Motivasi Remaja Islami
Penulis : Aby A. Izzuddin
Editor & Layout : Boneka Lilin
Design Cover : Bolin
Penerbit : Harfeey
ISBN : 978-602-1041-07-9
Tebal : 300 Hlm, 14,8 x 21 cm (A5)
Harga : Rp60.000,-
CP Order : 081904162092 (Infokan judul, jumlah, alamat)

Sinopsis
Buku ini adalah oase bagi wanita-wanita yang terluntang-lantung di gurun derita, saat panas kecewa menyengat tanpa pohon cinta yang meneduhi, saat dingin luka menusuk tanpa selimut kasih yang menghangatkan, dan saat debu-debu kesedihan terhampar di sepanjang gurun kehidupan tanpa arah. Mereka yang duduk bersama buku ini akan tersenyum mesra saat aliran nasihat yang mengalir dari oase iman, genangannya akan hilangkan dahaga cinta yang kering akan kebahagiaan.
Di selembar demi selembar buku ini ada taman kata yang dibalut dengan alunan sastra nan indah, bunga-bunga renungan berjajar hingga kita bagai berbicara dengan sekutip barisannya, kupu-kupu nasihat berkepakan hingga jelitanya mampu memikat senyuman, dan di atasnya berbundar pelangi do’a yang warnanya dapat membuat sang insan terpejam dalam keindahan iman.
Buku ini bukan sekadar alunan kata yang syairnya nasihat belaka. Tetapi ada sejarah, hikmah, cerita, puisi, kata mutiara, dan solusi yang mendayung di perahu taqwa agar dengannya kita sampai di pelabuhan Firdaus.
Selamat membaca!

***
“Cara penyampaian yang unik, jadi pembaca (saya) gak boring dan selalu tertarik baca.” (@ReefaAdja, Ustadzah TPQ Al-Hidayah, Gresik)
“Sebuah buku yang sangat memotivasi kaum wanita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan dihiasi dengan akhlak mulia, sungguh layak untuk dibaca dan membuatku ingin terus membaca sampai akhir.” (Alfi Nurlaila Hidayati, Mahasiswi Universitas Pamulang, Tangerang)
“Tulisan Kakak membangun banget, mudah dipahami, dan saya sangat suka. Di saat lagi galau ataupun senang membuat semangat dan semangat, dan salah satunya bikin saya cepat move on. Makasiiih." (Nurhayati Ratu Ragel, Karyawati, Hongkong)
“Tulisannya bagus, penuh nasihat. Walaupun terkadang pedas, tapi berani mengatakan yang real." (@idoetNniez, Guru SDN 5 Banyuasin, Palembang)
Kamis, 11 Desember 2014

Assalamualaikum....
Al-Hamdulillah, buku Madrasah Cinta untuk Wanita (Melukis Makna dalam Kata, Agar Menjadi Wanita Seindah Senyuman) dan buku ke-2 anaMadrasah Cinta Pelipur Lara (Merajut Makna dalam Kata, Agar Hidup Seindah Senyuman) versi e-book telah diterbitkan.
Jika Anda tertarik membeli ebook-nya, ini caranya:
1. Transfer 50 ribu rupiah (harga 2 ebook-nya) ke:
BRI 4092-0101-4447-536
a/n Abdul Muiz
2. email foto bukti transfer ke abdullah.izzuddin434@gmail.com
3. Dalam 3x24 jam e-book Madrasah Cinta untuk Wanita akan dikirimkan ke Anda melalui email yang Anda pakai untuk mengirimkan bukti transfer. Jika ada pertanyaan, Anda bisa menghubungi Akh Muiz di 085794191478 (SMS only)
****
Buku Madrasah Cinta Untuk Wanita versi Real-Book dapat dipesan dari sekarang dengan format; MadarsahCintaUntukWanita-JumlahBuku-Alamat (KodePos) kirim ke 081904162092 | Harga Rp 60.000 (Belum ongkir)
Buku ke-2 Madrasah Cinta Pelipur Lara hanya di jual versi ebook saja :)


Selasa, 09 Desember 2014
Assalamualaikum....

Al-Hamdulillah, buku Madrasah Cinta untuk Wanita versi e-book telah diterbitkan.

Judul; Madrasah Cinta untuk Wanita (Melukis Makna dalam Kata, Agar Menjadi Wanita Seindah Senyuman)
Penulis; Aby A. Izzuddin
Type File; pdf
Jumlah Halaman;
200 Hlm
Jika Anda tertarik membeli ebook-nya, ini caranya:
1. Transfer 25 ribu rupiah (harga ebook-nya) ke:
BRI 4092-0101-4447-536
a/n Abdul Muiz
2. email foto bukti transfer ke abdullah.izzuddin434@gmail.com
3. Dalam 3x24 jam e-book Madrasah Cinta untuk Wanita akan dikirimkan ke Anda melalui email yang kamu pakai untuk mengirimkan bukti transfer. Jika ada pertanyaan, kamu bisa menghubungi Akh Muiz di 085794191478 (SMS only)
*****
Versi Real-Book akan di Launching 1 Januari 2015

Inikah Cinta Pertamaku....?

Sabtu, 08 November 2014
Dear Deary....

Hari ini aku termenung dalam bingung yang teramat, kenapa bibirku senyam senyum sendiri?. Padahal diri tiada pernah seceria ini. Ah, aku sebagai anak sekolah memang seharusnya hanya punya satu masalah yaitu “PR Matematika” dan punya satu kebahagiaan yaitu “Libur Panjang”.

Tapi hari ini?, oh sungguh aku bingung, ada apa dengan diriku?, padahal seminggu lagi ada musuh besar bernama “Ulangan”, tapi kok?. Saat bercermin aku melihat bibir ini terus tersenyum, saat mandi aku mendengar lisan ini terus bernyanyi, dan saat berjalan ku rasakan tubuh ini semakin bergoyang.

Ini ada apa siiiiiiiiiiiiiiiih......?

***


Glek... entah kenapa wajahku pudar memucat, kakiku langsung lumpuh tak bergerak, mataku begitu enggan berkedip, dan jantungku malah berdendang amat keras saat berjumpa dengan sesosok wanita yang baru aku kenal.

Wanita itu bagai dongeng Cinderella, wajahnya ayu, senyumnya manis, langkahnya anggun, dan ucapnya santun.

“Hay siapa namamu?”, dia tidak menjawab bahkan tak menatapku. “Oyah kamu tinggal dimana?”, lagi-lagi dia tidak menjawab dan malah asyik berbincang bersama temannya. “Kamu anak baru ya disekolah ini?”, Oooooo dia tak menjawaaaaaab, Lha dia malah pergi lagi, apeeeees.

Hahahaa..... Aku tertawa sendiri. Ya iya lah dia tidak menjawab, wong aku nanyanya dalam hati. Kalo nanya langsung pake lisan mana berani?.

***

Senyumku merekah, ternyata wanita itu anak baru disekolahku. Tapi dia kakak kelasku, walaupun umurnya sama. Ia tinggal bersama kakaknya yang seorang bidan. Dia adalah.....

Lho kok tahu semua tentang dia?. Aku juga gak ngerti, seminggu ini aku bagai wartawan nanyain tentang dia ke teman-temannya.

“Cieeee Cieeeeee suka ya sama diaaaaaaaa?”, teman-teman makin menjadi-jadi mengolok karena seringnya aku menanyakan tentang dia.

Eh tunggu tunggu!, aku juga ingin bertanaya, “Inikah cinta?”

“Seperti banjir menderas. Kau tak kuasa mencegahnya. Kau hanya bisa ternganga ketika ia meluapi sungai-sungai, menjamah seluruh permukaan bumi, menyeret semua benda angkuh yang bertahan di hadapannya. Dalam sekejap ia menguasai bumi dan merengkuhnya dalam kelembutannya. Setelah itu ia kembali tenang: seperti seekor harimau kenyang yang terlelap tenang. Demikianlah cinta. Ia ditakdirkan jadi makna paling santun yang menyimpan kekuasaan besar.”

“Seperti api menyala-nyala. Kau tak kuat melawannya. Kau hanya bisa menari di sekitarnya saat ia mengunggun. Atau berteduh saat matahari membakar kulit bumi. Atau meraung saat lidahnya melahap rumah-rumah, kota-kota, hutan-hutan. Dan seketika semua jadi abu. Semua jadi tiada. Seperti itulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kekuatan angkara murka yang mengawal dan melindungi kebaikan.”

“Seperti angin membadai. Kau tak melihatnya. Kau merasakannya. Merasakan kerjanya saat ia memindahkan gunung pasir di tengah gurun. Atau merangsang amuk gelombang di laut lepas. Atau meluluhlantakkan bangunan-bangunan angkuh di pusat kota metropolitan. Begitulah cinta. Ia ditakdirkan jadi kata tanpa benda. Tak terlihat. Hanya terasa. Tapi dahsyat”


Itulah kutipan yang ku baca di buku “Serial Cinta Anis Matta”

Yah, seharian ini aku ngubek-ngubek buku tentang cinta untuk menjawab pertanyaan itu.

“inikah cinta?”


Tapi sungguh tak ku temui jawaban itu, bukan tak ada yang menjawab, tapi karena memang terlalu banyak jawaban.

***

Hari demi hari terus berjalan, tak pernah ku menyapa wanita itu. Nyaliku yang amat ciut menjadi faktor utama. Dia seorang yang baik dan cantik, jadi rebutan lelaki sesekolah, juga sebagai kakak kelasku.

Tapi aku berterima kasih padanya, sebab karenanyalah akhirnya aku mendapat nilai besar dikelas. Lho kok bisa?. Yap, karena aku jadi siswa paling rajin sekolah kala itu. Sebelum-sebelumnya, pusing dikit udah izin gak masuk, tapi sekarang sakit agak parah juga dipaksain sekolah.

Apakah karena ingin melihat wanita itu?. Entahlah, yang pasti kalo dia tidak sekolah aku murung.

“Nak kenapa kamu murung?”. Kata guruku saat lagi belajar malah melongo kedepan meja.

“Eh pak guru, ini Pak lagi kehilangan sesuatu.”, sambil ayunkan kepala.

“Kehilangan uang?”, tanya pak guru lagi.

“Bukan pak, kehilangan mutiara indah.”, jawabku keceplosan.
“Wah yang bener?, dimana dimana?”

Teeeeeeeeeeeeeeeeetttttt


Bel pulang sekolah mengakhiri pembicaraan itu.

Lezatnya Hidangan Cinta

Cinta harus dirawat, agar mawarnya tidak layu tersentuh maksiat. Cinta harus dijaga, agar melatinya tidak punah tersengat dosa. Dan cinta harus diteduhi, agar tulipnya tidak mati terbunuh birahi.

Maka duhai ukhti, untuk menikmati kelezatan hidangan cinta, hendaklah kita awali dengan secangkir ta’ruf, kemudian siapkan semangkok khitbah lengkap dengan sayur maharnya, lalu setelahnya siapkan sepiring pelaminan,  kemudian cuci mulut dengan segarnya buah ijab qobul. Dan lalu rayakan dengan walimah yang bersahaja. Maka pujilah sang Maha Cinta seraya mengucap “Alhamdulillah”.

 Tercium mesra tangan sang suami, Terkecup  hangat kening sang  istri. Barakallahulakuma, “Semoga terajut keberkahan dalam sebenang demi sebenang kain kehidupan”. Wabaraka Alaikuma, “Kemudian kain itu terhambar halus agar dua sejoli dapat melangkah anggun bak raja dan ratu, guna melangkah menuju istana kebaikan”.  Wa Jama’a Bainakuma Fii Khoir  “Dan istana kebaikan itu berdiri megah menyempurnakan cinta mereka, ia tersenyum dipijakan bumi, ia membahagia disetapak langit, hingga surga merindui kehadiran sang raja dan ratu itu”.  Ya rabb; ridhoi pernikahan ini.

Full album religi ungu

Sabtu, 12 Juli 2014