Hanya 1 Mulut

Sabtu, 12 Juli 2014
Mengapakah Allah ciptakan 2 mata namun hanya ciptakan 1 mulut, itu agar sidikau bercermat melihat dulu sebelum pandai berbicara.

Mengapakah Allah ciptakan 2 telinga namun hanya ciptakan 1 mulut, itu agar sikamu berbanyak mendengar dulu sebelum beramai dalam kicau.

Mengapakah Allah ciptakan 2 tangan namun hanya ciptakan 1 mulut, itu agar sidiri mudah menutup bincang saat obrolnya berbau gibah, fitnah dan atau gosip.

Maka duhai manusia, jagalah lisanmu, ketika sulit sang lisan mengucap kalimat nan manfaat, maka diam terbungkam lebih santun, maka bungkam terdiam lebih anggun.

Penantian ? NO !

Menanti itu adalah sebuah kesabaran, tetapi sungguh banyak pilihan untuk melakukan kesabaran.

Memilih bersabar untuk menanti yg tak pasti, atau memilih bersabar melepaskan sang dicintai demi sesosok yg sudah pasti. Jodohmu.

Maka perkataan paling santun saat menembak cinta adalah.... "Aku lebih senang ditolak dgn kata TIDAK, daripada di"PHP" dengan kata NANTI"

"I'am Single and Very Happy"

Dikala sahur demi sahur cuma si "kentongan" yg setia membangunkanku, dikala itulah aku mulai tahu bahwa.....

"I'am Single and Very Happy"

Hanyalah kata-kata pemanis lisan untuk menutupi "kemewekan" hati,... HAYO NGAKU !

"Memaafkan sambil membuatnya menyesal"

Sabtu, 28 Juni 2014
Engkau yang hidupnya terhianati, mengertilah bahwa sebentuk apapun rasa perih akan mengenalkanmu pada rasa manis. Jangan kau balas... Harusnya engkau berterima kasih, kerena ia telah bersedia membuka topeng muslihatnya dengan tangannya sendiri.

Jika kau terluka jangan sibuk membalas, tetapi sibuklah mengobati. Jika kau sibuk membalas maka luka itu akan bernanah lagi bengkak. Seperti orang yang jarinya luka tertusuk tapi dibiarkan membusuk; diajak jabat tanganpun dia mengaduh jerit, dielus sayang pun dia mengerang sakit.

Maka sembuhkan lukamu dengan senyum memaafkan, sulit memang... tapi itulah cara untuk menyelam sambil meminum air. "Memaafkan sambil membuatnya menyesal"

Ya rabb, luluhkan hati ini agar mudah memaafkan sesama | Aamiin

Doa Malam ini

Doa Malam ini

Ya Allah, saya yang masih sendiri namun belum siap menikah. Maka ajari hamba untuk meng-Anggunkan kesendirian ini, lejitkan semangat belajar, kobarkan bara ikhtiar, kepakan sayap kebaikan. Agar pada saatnya nanti, jodohku membanggakan kesuksesan lahir bathinku.

Ya Allah, saya yang masih sendiri dan ingin segera menikah. Maka ajari hamba menjemput sang kekasih dengan senyum ridho-Mu, jangan biarkan hati ini jatuh cinta pada indahnya wajah, sungguh keindahan wajah akan terpudar termakan waktu. Dan jangan biarkan jiwa ini jatuh hati pada limpahnya harta, sungguh kelimpahan harta akan tercuri kematian.

Ya Allah, saya yang sudah menikah namun pasanganku kurang baik. percikanlah siraman cinta pada gersangnya sahara keluargaku. Jika percekcokan ini adalah salahnya maka ajari ia dengan bingkai ayat-ayatMu, namun jika ini adalah salahku sendiri maka tegurlah aku dengan sapaan hidayahMu.

Ya Allah, saya yang sudah menikah dan pasanganku amat baik. jadikan kebahagiaan ini adalah setapak barakah, yang antarkan kami ketaman sakinah, disana berjajar bunga-bunga mawaddah, lalu sicantik kupu-kupu rohmah terbang mensenyumi.

Ya rabb, hidangkan hamba dengan kelezatan ridho-Mu

Berqoulan Sadiida

Sebagai seorang Guru atau orang tua, terkadang "Qoulan Sadiida" hendak diamalkan.

Saat berkata, "Hey jangan bolos, Allah gak suka lho sama anak yang bolos", sebenarnya siapa yang tidak suka ?, kita atau Allah ?. tanpa sadar dengan ucapan itu kita sudah mencecoki anak dengan pikiran bahwa Allah maha tidak suka. "Ini Allah kenapa sich, dikit dikit gak suka, dikit dikit gak suka", Anak akan mudah bersu'uzhon kepada Allah.

Saat berkata, "Tuh kan nilainya kecil, kamu sih malas belajar", perkataan semacam itu akan membuat si anak berusaha terus menerus menyalahkan sesuatu, kalaupun ia rajin belajar tapi nilainya tetap jelek, ia tidak akan memahami tawakal, ia akan berkata "Tu kan nilai saya kecil lagi, gurunya sih gak bener ngajarnya", ia akan sibuk menyalahkan bukan intropeksi.

Terlalu dimanja juga salah, "Udaaaah, nilai kecil gapapa, nanti bisa besar ko", mungkin maksud kita agar anak tidak sedih, tetapi taukah ucapan itu akan membuatnya lemah, segala sesuatu yang belum ia selesaikan akan diakhiri dengan ucapan "Ah Sudahlah, nanti juga...." ia tidak akan paham fungsi Ikhtiar.

Semoga Allah menuntun lisan kita, agar benar dalam bercakap, agar baik dalam berucap, Berqoulan Sadiida (perkatan yang benar)

Sejantan Salman dan Sejujur Ummud Darda

Duhai Lelaki renungilah kata-kata ini.....

Jadilah engkau lelaki sebijak Salman Al-Farisi, ia tak paksakan wanita yang dicintainya untuk membalas mesra perasaan cintanya, saat ditolak Ummu Darda ia tetap mensenyum tulus, ia tetap membahagia ikhlas.

jika sang pujaan hendak menolakmu dan memilih lelaki lain ucapkanlah....

"Terima kasih ukhti, aku lebih suka melihat engkau bahagia kerena bisa menolakku, daripada melihat engkau menderita kerena terpaksa menerimaku"

Duhai Wanita renungilah kata-kata ini....

Jadilah engkau wanita sejujur Ummud Darda, ia menolak lamaran lelaki sesoleh Salman Al-Farisi, penolakan bukan karena birahi memandang yang lain lebih tampan atau kaya. Tetapi ia menyampaikan bahwa berbicara jujur meski menyakitkan lebih baik daripada berbicara bohong meski membahagiakan.

Jika tak menyukainya jujurlah mengucapkan...

"Maaf Akhi, mungkin Allah hendak mempersiapkan wanita yang lebih baik dari ana, semoga penolakan ini tidak mencerai beraikan pesaudaran kita, ana harap antum memaklumi dengan senyuman ketulusan"