Berpacaran di Palestina...
Diposting oleh
Unknown
di
22.12
Sabtu, 12 Juli 2014
"Selamat pagi cayaaang, dah ma_em blooom ?", bisakah kata-kata itu terucap mesra saat buldozer meratakan rumahmu ?, saat zionis membunuh keluargamu ?, seperti dipalestin sana ?
"Aku menyanyangimu celamanyaaa", indahnya jika kata itu terucap utk anak2 Gaza yg makan sekali sehari, lalu meminum air mata sehari-hari, dibawah genangan darah yg mengalur tiada henti.
"Berduaan dibawah pohon rindang, dengan syahdunya nyayian burung", Ah indah.... Tapi cobalah berbulan madu diyerussalem, berduaan dibawah Tank, dengan nyanyian "merdu" peluru dan bom.
Aku termuak, saat yg lain berpacaran dgn Doi, dipalestina "berpacaran" dgn derita tiada henti.
Hay.... saya tidak berharap engkau menjadi seperti Palestina, tetapi saya berharap kita bisa belajar menjadi manusia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Total Pageviews
Popular Posts
-
Kisah dari kejadian nyata, dikutip dari tulisan Ustadz Zulfi Akmal **** Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan ...
-
Afwan sebelumnya, saya tidak bermaksud sombong, atau mempublikasikan hal yang sifatnya pribadi. Tapi saya kira, ini bisa bermanfaat. Ada...
-
Duhai lelaki sholeh..... Aku hanya wanita akhir zaman. Amat banyak hilaf dan aib yang ku tanam dimasa silam. Sempat ku cintai atau bahka...
-
Aku melihat wajah itu murung, betapa berat senyuman di wajahnya menukil, di pipinya terus mengurai rintik-rintik air mata, ditemani dengan...
-
Mereka yg masih menghakimi masa lalunya, niscaya akan terpasung diruang penderitaan, jangankan utk mencapai cita-cita, melangkah menuju c...
-
Resah menanti? Wajar... tapi kalau harus meratapi hingga membuang waktu? Ah, bukannya tugasmu adalah ibadah? Jadi nikmati saja penantian i...
-
"Selamat pagi cayaaang, dah ma_em blooom ?", bisakah kata-kata itu terucap mesra saat buldozer meratakan rumahmu ?, saat zioni...
-
Ya sudahlah.... Cukup Allah saja yang mensenyumi hidupku, disaat para pencela sibuk merusak senyumanku. Para pencela itu sebenarnya bisa b...
-
Kau, sebuah nama yang tertulis untukku di Lauh Mahfuzh. Afwan, jika sampai detik ini aku belum jua datang untuk menggenapkan hati kita dal...
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
About Me
- Unknown
Blogroll
Blogger templates
Blogger templates
Blogger news
Popular Posts
-
Kisah dari kejadian nyata, dikutip dari tulisan Ustadz Zulfi Akmal **** Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan ...
-
Afwan sebelumnya, saya tidak bermaksud sombong, atau mempublikasikan hal yang sifatnya pribadi. Tapi saya kira, ini bisa bermanfaat. Ada...
-
Duhai lelaki sholeh..... Aku hanya wanita akhir zaman. Amat banyak hilaf dan aib yang ku tanam dimasa silam. Sempat ku cintai atau bahka...
-
Aku melihat wajah itu murung, betapa berat senyuman di wajahnya menukil, di pipinya terus mengurai rintik-rintik air mata, ditemani dengan...
-
Mereka yg masih menghakimi masa lalunya, niscaya akan terpasung diruang penderitaan, jangankan utk mencapai cita-cita, melangkah menuju c...
-
Resah menanti? Wajar... tapi kalau harus meratapi hingga membuang waktu? Ah, bukannya tugasmu adalah ibadah? Jadi nikmati saja penantian i...
-
"Selamat pagi cayaaang, dah ma_em blooom ?", bisakah kata-kata itu terucap mesra saat buldozer meratakan rumahmu ?, saat zioni...
-
Ya sudahlah.... Cukup Allah saja yang mensenyumi hidupku, disaat para pencela sibuk merusak senyumanku. Para pencela itu sebenarnya bisa b...
-
Kau, sebuah nama yang tertulis untukku di Lauh Mahfuzh. Afwan, jika sampai detik ini aku belum jua datang untuk menggenapkan hati kita dal...
Blog Archive
-
▼
2014
(149)
-
▼
Juli
(17)
- Full album religi ungu
- Mencintai dalam Diam itu.....
- Kehilangan
- Kupu-Kupu atau Kura-Kura
- Tak Selamanya Cantik itu Indah
- Teruntuk Calon Kekasih Halalku
- Bagai Api dan Kayu
- Dalam Serial Cinta,
- Berpacaran di Palestina...
- Ironi Islam "Rahmatan Lil 'Alamin"
- Mudahnya Berkata Baik
- Buat Adeku yang Lagi Jatuh Cinta
- Buat Adeku yang Belum Berhijab
- Buat Adeku yang lagi Galau
- Hanya 1 Mulut
- Penantian ? NO !
- "I'am Single and Very Happy"
-
▼
Juli
(17)
0 komentar:
Posting Komentar